Search this site
Embedded Files
KUA JUNTINYUAT
  • Beranda
  • Struktur KUA
  • Galeri
  • Layanan
    • Pelayanan KUA
    • Layanan Keagamaan
    • Inovasi Layanan
  • Berita
  • Literasi
KUA JUNTINYUAT
  • Beranda
  • Struktur KUA
  • Galeri
  • Layanan
    • Pelayanan KUA
    • Layanan Keagamaan
    • Inovasi Layanan
  • Berita
  • Literasi
  • More
    • Beranda
    • Struktur KUA
    • Galeri
    • Layanan
      • Pelayanan KUA
      • Layanan Keagamaan
      • Inovasi Layanan
    • Berita
    • Literasi

Home > Berita Terkini

Sinergi Lintas Sektoral: Penyuluh Agama dan Akademisi STIKES Indramayu Bekali Calon Pengantin Wawasan Kesehatan Reproduksi

Penulis: Admin KUA Juntinyuat - 2 Januari 2026


KUA JUNTINYUAT,– Masalah stunting dan kesehatan keluarga menjadi perhatian serius pemerintah daerah Kabupaten Indramayu. Sebagai langkah preventif hulu, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Juntinyuat menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) dengan inovasi yang berbeda dari biasanya. Kali ini, Penyuluh Agama Islam fungsional berkolaborasi dengan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Indramayu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Juntinyuat ini menyasar puluhan pasangan calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan reproduksi pra-pernikahan, sebuah aspek yang seringkali luput dari persiapan calon pengantin yang lebih banyak terfokus pada resepsi.

Kepala KUA Juntinyuat dalam sambutannya menekankan bahwa bimbingan perkawinan adalah mandatori negara untuk memastikan ketahanan keluarga. Namun, keterlibatan akademisi kesehatan memberikan dimensi baru yang sangat krusial.

“Kami dari sisi agama membekali mereka dengan hukum-hukum munakahat dan hak kewajiban suami istri. Namun, membangun keluarga sakinah juga butuh fisik yang sehat. Di sinilah peran STIKES Indramayu hadir untuk memberikan perspektif medis,” ujar perwakilan Penyuluh Agama Juntinyuat.

Tim PKM STIKES Indramayu yang terdiri dari dosen spesialis kebidanan dan keperawatan komunitas, serta dibantu oleh mahasiswa, memaparkan materi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan pra-nikah (pre-marital screening).

Ketua Tim PKM STIKES Indramayu menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya soal kemampuan memiliki keturunan, tetapi tentang kualitas kesehatan ibu dan bayi di masa depan. “Banyak calon pengantin yang belum paham mengenai pentingnya kadar hemoglobin (Hb) bagi calon ibu. Anemia pada ibu hamil adalah salah satu pemicu utama stunting di Indramayu. Melalui Binwin ini, kami memberikan edukasi agar mereka melakukan perbaikan gizi bahkan sebelum hamil,” ungkapnya.

Para mahasiswa STIKES juga turut aktif melakukan simulasi dan pemeriksaan sederhana, seperti pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan edukasi mengenai siklus menstruasi serta masa subur. Hal ini dilakukan agar para calon pengantin memiliki kesadaran mandiri terhadap kondisi tubuh mereka.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, terdapat beberapa poin kunci yang disampaikan oleh kolaborasi Penyuluh dan Dosen: Kesiapan Biologis artinya Memahami usia ideal reproduksi dan risiko pernikahan dini bagi kesehatan rahim. Kesiapan Nutrisi Pra-Nikah yaitu Pentingnya asam folat dan zat besi untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Manajemen Kesehatan Mental dengan upaya Bagaimana stabilitas emosi pasangan mempengaruhi kesehatan reproduksi dan keharmonisan rumah tangga. Dan perspektif Agama terhadap Kesehatan: Menjelaskan bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah bagian dari menjaga amanah Tuhan (Hifdzun Nafs).

Salah satu peserta, Amalia (22), mengaku sangat terbantu dengan adanya materi kesehatan ini. "Awalnya saya kira bimbingan di KUA hanya soal baca tulis Al-Qur'an dan ijab kabul. Ternyata saya jadi tahu kalau kesehatan saya sekarang sangat berpengaruh pada anak saya nanti. Penjelasan dari dosen dan kakak-kakak mahasiswa STIKES sangat mudah dimengerti," tuturnya.

Kolaborasi ini juga dipandang sebagai bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi oleh STIKES Indramayu. Dengan terjun langsung ke masyarakat melalui lembaga keagamaan seperti KUA, ilmu yang ada di bangku kuliah dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal di Indramayu.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pilot project bagi kecamatan lain di Kabupaten Indramayu. Sinergi antara otoritas agama dan institusi pendidikan kesehatan dianggap sebagai strategi paling efektif dalam menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan angka stunting.

Pihak KUA Juntinyuat berharap kerja sama dengan STIKES Indramayu dapat berlanjut secara berkala. "Kami ingin lulusan Binwin dari Juntinyuat bukan hanya sah secara agama dan negara, tapi juga menjadi orang tua yang cerdas dan sehat secara fisik," pungkas salah satu Penyuluh Agama.

Dengan adanya pembekalan yang matang, diharapkan pasangan baru di Kecamatan Juntinyuat dapat membangun keluarga yang tangguh, sehat, dan berkualitas, demi mewujudkan generasi masa depan Indramayu yang lebih baik. 

Live Chat

Alamat Kantor:

Jl Raya Juntinyuat -Indramayu No. 6 (samping Kantor Kecamatan Juntinyuat)

Email: kuajuntinyuat81@gmail.com - [0896-0220-0680]

Copyright @manusia.bumi

Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse