Home > Berita Terkini
Home > Berita Terkini
Penyuluh Teritorial KUA Juntinyuat Koordinasi dengan Pesantren di Wilayah Binaan Desa Tinumpuk
Penulis: Admin KUA Juntinyuat - 21 Oktober 2025
KUA Juntinyuat- Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan meningkatkan sinergi antara lembaga pemerintah dengan lembaga keagamaan, Penyuluh Agama Islam teritorial Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Juntinyuat melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah pesantren di wilayah binaan, salah satunya di Desa Tinumpuk.
Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan pada Senin (21/10) di Pondok Pesantren Nurul Islam, salah satu pesantren tertua di Desa Tinumpuk yang selama ini menjadi pusat pendidikan agama Islam bagi santri dari berbagai daerah sekitar. Penyuluh agama Islam, Tabi’in, S.Sos, hadir langsung dalam kunjungan tersebut sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan terhadap lembaga pendidikan Islam di tingkat desa.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai hal terkait pembinaan santri, kolaborasi program dakwah, serta peran pesantren dalam menyukseskan kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan dan desa. Penyuluh KUA Juntinyuat menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara KUA dan pesantren sebagai mitra dalam membina umat.
"Kegiatan ini adalah bentuk sinergi antara KUA sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama dengan pesantren sebagai garda depan pendidikan Islam. Kami ingin memastikan bahwa setiap program keagamaan, baik yang bersifat formal maupun nonformal, dapat berjalan harmonis dan saling mendukung," ujar Tabiin.
Ia juga menambahkan bahwa peran penyuluh tidak hanya terbatas pada ceramah atau kajian keagamaan, tetapi juga mencakup fasilitasi terhadap kebutuhan pesantren, pendampingan administrasi kelembagaan, hingga pelibatan dalam kegiatan sosial keagamaan masyarakat.
Kedatangan penyuluh KUA disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam, KH. Qosim, yang mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam di desa. Menurutnya, koordinasi semacam ini penting untuk memperkuat jaringan dakwah dan memperjelas arah pembinaan pesantren, terutama dalam menghadapi tantangan zaman.
"Alhamdulillah, kami merasa diperhatikan dan dilibatkan. Kami siap berkolaborasi dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pelatihan tilawah, penguatan akidah, dan pembinaan karakter santri. Kami juga terbuka jika KUA ingin memfasilitasi pelatihan manajemen pesantren atau peningkatan kompetensi guru ngaji," ungkap Kiai Qosim.
Pimpinan pondok juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah melalui KUA dapat memfasilitasi program-program pembinaan santri yang lebih terstruktur, termasuk pelatihan kewirausahaan berbasis pesantren dan pelibatan santri dalam kegiatan sosial masyarakat.
Selain siraturahmi dengan pimpinan pondok, penyuluh juga melakukan pendataan awal terhadap jumlah santri, tenaga pendidik, serta program unggulan yang dijalankan oleh pesantren. Data ini akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program kerja penyuluhan agama Islam di Desa Tinumpuk.
Penyuluh juga mengajak pihak pesantren untuk memperluas peran sosialnya di tengah masyarakat, terutama dalam isu-isu aktual seperti pencegahan radikalisme, penguatan moderasi beragama, serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis pesantren.
"Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tapi juga benteng moral masyarakat. Karena itu, pesantren perlu terus aktif di ruang-ruang sosial dan menjadi pelopor dalam menciptakan kehidupan keagamaan yang toleran, damai, dan produktif," tutup Tabiin.
Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari program kerja rutin penyuluh agama Islam KUA Juntinyuat yang bertujuan memperkuat pembinaan keagamaan di tingkat desa. Dengan terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang solid antara KUA dan pesantren, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya alim secara ilmu, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat dan negara